Batam

Bukit Daeng Sering Memakan Korban Jiwa, Ini Penjelasan Ki Ubay Kubur

Juliadi | Minggu 28 Feb 2021 11:10 WIB | 421

Pojok Opini


Bukit Daeng di Jalan R Suprapto, Tembesi, Sagulung, Kota Batam. (Foto :Istimewah)


MATAKEPRI.COM, BATAM -- Jika mendengar Jalur Bukit Daeng di Tembesi, Sagulung, Kota Batam yang melekat di pikiran masyarakat Batam, adalah seram dan kecelakaan lalu lintas.


Nama Bukit Daeang kini semakin tenar seakan tidak lekang dari pikiran orang Batam, setelah kecelakaan beruntun sering terjadi bahkan sampai memakan korban


Saat ditemui di tempat praktiknya oleh matakepri.com, Paranormal muda terkemuka di Kota Batam Ki Ubay Kubur, menjelaskan, bahwa dari pandangan kacamata supranatural di Bukit Daeng sering kali terjadi tragedi, bahkan hampir setiap tahun maupun setiap bulannya memakan korban jiwa.


Salah satu Paranormal muda terkemuka di Kota Ki Ubay Kubur 


Menurutnya, dilihat dari sisi fisiknya, Bukit Daeng, jalan yang mendaki dan menikung tajam dan jika dilihat dari pandangan supranatural, di Bukit Daeng tersebut. Ada pusaran energi bumi yang sangat luar biasa, sangat besar dan sewaktu-waktu tak kalah tidak  terjadi singkrongnya bumi, sehingga energi bumi tersebut mengeluarkan pusaran Ghaib. Sehingga mengganggu psikologis-psikologis pengendara yang melintasi di Bukit Daeng.


Dikatannya, tanpa disadari, saat melintas di Bukit Daeng tersebut, tiba-tiba bawaan yang pengendara sering melamun dan pingin kencang menghilangkan konsentrasinya.


"Kalau dari sisi perwujudan, memang di Bukit Daeng ada satu kerajaan Jin," sambungnya.


Menurutnya, di Bukit Daeng tersebut, ada 1 lembu yang berwarna hijau yang menghadang jalan, sehingga memakan korban jiwa dan dari pandangan supranaturalnya, pada tahun 2021 ini ia menghimbau masyarakat Kota Batam harus berhati-hati. Karena tahun ini, tahun bala bencana.


"Saya mendapatkan isyarat, bahwa di Bukit Daeng akan memakan korban jiwa lagi. Wallahualam, mudah-mudahan ini isyarat yang tidak diijabah," katanya.


Dijelaskan Ki Ubay Kubur, satu lembu hijau tersebut, merupakan satu bangsa siluman yang dapat berubah-rubah bentuk sesuai keinginannya dan berkalung emas.


"Energi Ghaib itu sangat berpengaruh terhadap psikologis dan kejiwaan kita dan energi pusaran di Bukit Daeng sewaktu-waktu bisa terkoneksi kepada pengendara hingga jarak 3 sampai 10 KM sudah menguncang psikologis-psikologis pengendara," ungkapnya.


Ki Ubay Kubur, berpesan, sebagai manusia yang beragama dan yang beradab, jangan terputus doa.


Salah satu warga, Kang Emeng, mengatakan, saat melewati Bukit Daeng itu. Ia merasa selalu ada benturan energi dan sewaktu-waktu motor saat melintas bisa goyang saat belok.


"Jadi seperti ada hembusan angin," tutup Kang Emeng. (Adi)