Batam, News, Kepri

Krisis Air Bersih Memuncak, Emak-Emak Bakau Serip Lumpuhkan Jalan ke NDP

Egi | Senin 05 Oct 2026 13:46 WIB | 39

SPAM/PDAM
Pemko Batam
Wali Kota/Wakil Wali Kota


Emak-emak di Bakau Serip padati pintu masuk Industri NDP (foto: ist)


Matakepri.co.id Batam - Ratusan warga, mayoritas ibu rumah tangga dari Kavling Bakau Serip, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, memblokade akses masuk menuju kawasan industri Nongsa Digital Park (NDP), Senin (5/10/2026) pagi. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas krisis air bersih yang telah berlangsung hampir tiga bulan tanpa solusi yang jelas.

Akibat aksi blokade tersebut, aktivitas di pintu masuk utama kawasan industri sempat terganggu. Sejumlah kendaraan operasional perusahaan serta pekerja yang hendak memasuki kawasan NDP terpaksa tertahan di luar gerbang.

Sejak pagi, warga berdatangan membawa berbagai perlengkapan rumah tangga seperti ember, galon kosong, hingga poster berisi tuntutan. Mereka menyuarakan kekecewaan dengan meneriakkan kata "air" secara berulang sebagai simbol kesulitan yang dialami akibat tidak mengalirnya pasokan air bersih ke permukiman mereka.

Dalam aksi itu, sejumlah poster dibentangkan warga. Tulisan seperti "Warga Sengsara, Industri Makin Jaya" dan "Kami Butuh Air" menjadi bentuk sindiran terhadap kondisi yang mereka alami di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri dan digital di Nongsa.

Salah seorang warga, Dewi Susanti, mengaku kondisi yang dialami masyarakat saat ini merupakan yang terburuk selama dirinya tinggal di kawasan tersebut. Menurutnya, warga sudah berulang kali menghadapi gangguan distribusi air, namun belum pernah mengalami mati total dalam waktu yang begitu lama.

"Selama kami tinggal di daerah sini, khususnya Kavling Bakau Serip, sudah puluhan tahun. Baru kali ini air mati total," ujar Dewi di lokasi aksi.

Ketiadaan pasokan air bersih membuat warga harus mencari sumber air alternatif untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi hingga mencuci. Sebagian warga bahkan terpaksa membeli air dengan biaya tambahan yang dinilai memberatkan ekonomi keluarga.

Aksi protes berlangsung di bawah pengawasan aparat kepolisian. Sejumlah personel diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan jalannya aksi sekaligus mengatur lalu lintas guna mencegah kemacetan dan potensi gangguan keamanan.

Warga menegaskan akan terus menyuarakan tuntutan mereka hingga pihak pengelola maupun instansi terkait memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab terhentinya pasokan air serta langkah konkret untuk mengembalikan layanan air bersih ke permukiman warga.

Masyarakat berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian serius, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari. Sementara itu, hingga aksi berlangsung, warga masih menunggu kepastian solusi dari pihak yang bertanggung jawab atas distribusi air di wilayah tersebut, (Egi)


Redaktur: ZB



Share on Social Media