Batam, News, Pariwisata

Di Tengah Jerebu dan Isu Blackout, Dispar Kepri Minta Pelaku Wisata Jaga Kualitas Pelayanan

Egi | Jumat 16 Oct 2026 23:17 WIB | 55

Wisman
Pariwisata


Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan berdiskusi dengan peserta Travel Mart (foto: Dispar Kepri)


Matakepri.co.id Batam -  Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengingatkan seluruh pelaku industri pariwisata agar tetap menjaga kualitas pelayanan kepada wisatawan di tengah sejumlah tantangan, mulai dari gangguan kelistrikan hingga kondisi jerebu yang menyelimuti beberapa wilayah.

Keramahan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan diminta tetap menjadi prioritas agar Kepri terus menjadi destinasi pilihan, baik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan Batam Travel Mart yang diselenggarakan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kepri di Mega Mall Batam Centre.

Hasan mengatakan, Kepri memiliki potensi besar dalam menarik kunjungan wisatawan, terutama dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Selain itu, wisatawan dari India, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang juga menjadi pasar potensial bagi pariwisata Kepri.

Menurutnya, kedekatan geografis, akses transportasi, serta beragam pilihan destinasi, akomodasi, dan kuliner menjadi keunggulan yang harus terus diperkuat.

"Kami mengajak seluruh pelaku industri pariwisata di Kepulauan Riau untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Keramahan, keamanan, dan kenyamanan harus menjadi prioritas agar Kepri tetap menjadi destinasi pilihan wisatawan mancanegara maupun nusantara," ujar Hasan.

Hasan menegaskan, berbagai kondisi yang terjadi belakangan ini tidak boleh mengurangi komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kepercayaan wisatawan.

Terkait gangguan kelistrikan yang sebelumnya terjadi di Batam dan sejumlah wilayah sekitarnya, ia menyebut kondisi tersebut telah kembali normal. Pemprov Kepri juga mengapresiasi langkah cepat PLN Batam bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam melakukan koordinasi untuk memulihkan kondisi.

Sementara itu, mengenai jerebu yang menyelimuti sejumlah wilayah Kepri, Hasan menyampaikan bahwa asap tersebut merupakan kiriman dari luar wilayah Kepulauan Riau.

Berbagai pihak terus berupaya menangani kondisi tersebut. Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah juga diharapkan dapat membantu mengurangi jerebu.

Meski demikian, Hasan mengingatkan pelaku industri pariwisata dan wisatawan agar tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta menjaga kesehatan selama beraktivitas.

Informasi mengenai kondisi terkini, menurutnya, perlu disampaikan secara akurat dan proporsional agar wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan baik sekaligus melakukan langkah pencegahan yang diperlukan.

Di tengah kondisi tersebut, Hasan mengajak wisatawan untuk tetap menikmati beragam destinasi yang tersebar di Kepulauan Riau, mulai dari Batam, Bintan, Karimun, Tanjungpinang, Lingga, Natuna, hingga Kepulauan Anambas.

Selain wisata alam dan bahari, Kepri juga menawarkan berbagai alternatif aktivitas dalam ruangan, seperti Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), wisata kebugaran atau wellness tourism, pusat perbelanjaan, hingga wisata kuliner.

Pilihan tersebut dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin tetap beraktivitas dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan di destinasi yang dikunjungi.

"Kami berharap wisatawan tetap dapat menikmati beragam pilihan wisata di Kepulauan Riau. Selain wisata alam dan bahari, tersedia pula pilihan wisata dalam ruangan seperti MICE, wellness, pusat perbelanjaan, dan kuliner. Namun, wisatawan tetap perlu memperhatikan informasi kondisi terkini dan menjaga kesehatan selama beraktivitas," jelasnya.

Wisatawan juga diimbau menggunakan masker apabila diperlukan, khususnya ketika kualitas udara belum sepenuhnya membaik.

Lebih lanjut, Hasan menegaskan bahwa menjaga kenyamanan wisatawan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh pelaku usaha dan pemangku kepentingan pariwisata.

Pelayanan yang ramah, informasi yang jelas, transportasi yang aman, serta kesiapan petugas di pintu-pintu masuk menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman berwisata yang positif.

Ia turut mengapresiasi dukungan unsur Customs, Immigration, Quarantine, and Port Authority (CIQP), serta berbagai asosiasi dan pelaku industri pariwisata, termasuk ASITA, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), pramuwisata, dan penyedia jasa transportasi pariwisata.

Menurut Hasan, sinergi seluruh pihak diperlukan untuk memastikan wisatawan nusantara maupun mancanegara memperoleh pelayanan yang optimal sejak kedatangan hingga kembali ke daerah atau negara asal.

"Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Kami mengapresiasi dukungan CIQP, ASITA, PHRI, HPI, pramuwisata, serta penyedia jasa transportasi pariwisata. Kami berharap koordinasi dan kualitas pelayanan terus diperkuat agar setiap wisatawan yang datang ke Kepri merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman berwisata yang baik," tegasnya.

Pemprov Kepri berharap seluruh pelaku industri pariwisata tetap responsif terhadap kebutuhan pengunjung, menyampaikan informasi secara akurat, serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan dalam setiap layanan.

Melalui kolaborasi tersebut, Kepri diharapkan tetap menjadi destinasi yang menarik dan ramah bagi wisatawan, dengan dukungan pelayanan berkualitas serta informasi kondisi lingkungan yang transparan.(Egi)

Redaktur: ZB



Share on Social Media