News
| Jumat 24 Mar 2017 17:44 WIB | 2580
MATAKEPRI.COM, Batam - Innalillahi wainnailihi rojiun, wartawan senior Batam Riado Marpaung menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Harapan Bunda kota Batam, pukul 01:30 Jumat dini hari (24/03/17).
Kabar kepergian jurnalis senior yang
selalu berambut gondrong itu, pertama kali diketahui melalui postingan
akun facebook istrinya ibu Atik. Riado Marpaung memang dalam beberapa
bulan terakhir dikabarkan keluar masuk rumah sakit akibat diagnosa
kanker paru yang dideritanya.Dikenal energik dan pantang menyerah
meliput berita, Riado Marpaung semasa hidupnya dikenal tak memiliki
riwayat penyakit. Tapi kanker ganas yang mengerogoti paru paru nya
ternyata sudah memasuki stadium empat. Sempat menjalani kemoterapi,
yang mengakibatkan tubuhnya kehilangan berat badan yang signifikan dan
rambut yang menjadi identitas mantan jurnalia STV Batam itu juga
berguguran dan botak.
Dari postingan istri dan anak semata wayangnya di laman facebook. Terlihat perjuangan Riado melawan penyakit, beberapa botol cairan juga terlihat berhasil dikeluarkan tim medis dari paru paru nya.
Setelah disemayamkan dirumah duka di Bengkong, jenazah kemudian bawa ke Medan untuk di kebumikan ditanah kelahirannya pada Sabtu besok.
Kalangan pers Batam yang mengenal baik Riado Marpaung merasa sangat kehilangan dengan kepergian beliau. Terlihat dari tak henti hentinya ucapan belasungkawa disampaikan teman teman wartawan dari berbagai kalangan. Mulai wartawan elektronik, media cetak, media online sampai kalangan pejabat dan insan pers senior kota Batam.
Rifai Razake yang sempat menjadi pemimpin Redaksi STV Batam, tv lokal tempat almarhum bekerja mengungkapkan, dunia pers Batam kehilangan sosok wartawan penuh energi dalam meliput berita. “Pak Riado kita kenal selalu meliput berita berita yang terkadang luput dari pemberitaan media lain. Eksklusif, mendalam dan pantang menyerahâ€, ungkap Rifai, Matakepri.com .
Senada, rekan kerja almarhum Beni
Sikumbang, menyampaikan sosok beliau menjadi contoh bagaimana kerja
wartawan yang selalu siap dilapangan dan menganalisa berita dari sudut
pandang berbeda, ungkapnya.
Beni yang sempat menjenguk almarhum sehari sebelum kepergian almarhum, menyampaikan bahwa saat itu, pak Riado memang sudah tidak lagi mengenal rekan rekan seprofesinya yang datang memberi semangat untuk kesembuhannya.
Tapi takdir berkata lain, perjalanan hidup seorang Riado Marpaung sudah sampai masanya. Kegigihan, kesederhanaan, dan Semangatmu akan selalu kami kenang. Semoga Allah SWT membalas segala amal baikmu, tenanglah dalam istirahat terakhirmu, selamat jalan bang Riado…(Pgp)