Batam
Juliadi | Sabtu 01 Feb 2025 12:11 WIB | 394
Matakepri.co.id Batam – Dalam memperingati Isra Mi’raj, Senator Kepri Ria Saptarika mengajak seluruh umat Muslim terutama para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk meneladani sikap Nabi Muhammad SAW. Ajakan tersebut disampaikan Ria saat memperingati Isra Mi’raj 1446 H di Masjid Al-Ikhlas Shangrilla Patam Lestari Kecamatan Sekupang bersama Fatayat NU Kecamatan Sekupang, Kamis (30/1/2025).
"Keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam memberikan layanan terhadap kepentingan umat, patut menjadi arah dan barometer menjalani kehidupan bagi diri seorang muslim, terlebih jika Allah memberikan anugerah berupa jabatan maupun posisi di lingkungan masyarakat. Karena itu, berpijak pada adanya tanggungjawab yang diemban hendaknya semangat melayani perlu terus ditingkatkan seiring besarnya tanggungjawab yang di pikul. Seperti jabatan sebagai Ketua RT di lingkungan hendaknya dapat dimanfaatkan menjadi sarana untuk melayani hajat warga yang menjadi tanggungjawabnya," ujar Ria.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh anggota Fatayat NU kecamatan Sekupang dan warga Shangrilla Patam Lestari dan dan para tokoh masyarakat, Mantan Wakil Walikota Batam ini juga menekankan akan pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Layanan publik merupakan bentuk dari pelaksanaan amanah yang harus dijalankan dengan bertanggungjawab dan sepenuh hati. Jika itu saja dipenuhi saya yakin, kehidupan masyarakat akan lebih baik kedepannya," tutur Ria.
Peristiwa Isra Miraj merupakan peristiwa di perintahkannya Nabi Muhammad SAW untuk menjalankan ibadah shalat 50 waktu dalam waktu sehari semalam. Akan tetapi, karena beratnya kewajiban 50 waktu tersebut bagi umatnya, Nabi Muhammad rela untuk bolak balik ke arsy untuk meminta pengurangan kepada Allah SWT, hingga menjadi lima waktu sebagaimana dijalankan sekarang.
“Ibrah (pelajaran) yang dapat diambil dari peristiwa tersebut hendaknya kita dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, dapat mentauladani atas tindakan yang dilakukan Nabi untuk memperjuangkan kepentingan umat dengan berorientasi pada pelayanan yang memudahkan dan meringankan,” tegasnya.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut diisi dengan kegiatan shalawat dan doa bersama dan diikuti oleh seluruh anggota Fatayat NU, tokoh agama, dan masyarakat sekitar. Selain itu, juga diisi dengan ceramah agama oleh KH. Muhammad Nasikin, dalam ceramahnya mengingatkan, bahwa shalat merupakan tiang agama dan meninggalkannya adalah tindakan merobohkan syiar agama.
"Salat merupakan ibadah yang paling utama dan paling dicintai Allah Swt. Shalat adalah sarana untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT. Oleh karena itu, mari kita jaga shalat kita, jangan sampai kita meninggalkannya atau meremehkannya." pesan penceramah yang di undang dari Jember Jawa Timur tersebut.(***)
Redaktur: ZB