Batam

Prakiraan Cuaca Batam 12 April: Siang Hujan, Malam Berawan

Juliadi | Minggu 12 Apr 2026 00:03 WIB | 552

BMKG


Foto : BMKG


Matakepri.co.id, Batam -- Kondisi cuaca di wilayah Kota Batam diprakirakan akan mengalami fluktuasi yang cukup signifikan pada akhir pekan ini, Minggu (12/4/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang hari.


Berdasarkan data pemodelan cuaca terbaru, wilayah Batam akan mengawali hari dengan kondisi berawan tebal. Namun, memasuki tengah hari hingga sore, massa udara yang labil di wilayah Kepulauan Riau memicu pertumbuhan awan konvektif yang masif.


Suhu udara pada siang hari diprediksi mencapai puncaknya di angka 29°C. Meskipun angka ini tidak terlalu tinggi dibandingkan hari-hari biasanya, tingkat kelembapan udara yang mencapai 75% diprakirakan akan membuat cuaca terasa lebih gerah dan "sumuk" (efek apparent temperature) sebelum hujan turun.


Berbeda dengan siang hari yang bergejolak, kondisi cuaca pada malam hari di Batam diprediksi akan jauh lebih stabil. Langit akan didominasi oleh kondisi berawan (cloudy) dengan peluang hujan yang sangat kecil.


Suhu udara pada malam hari akan bertahan di angka 27°C. Kondisi ini cukup ideal bagi masyarakat yang ingin melakukan aktivitas di luar ruangan atau sekadar menikmati wisata kuliner malam di pusat kota, setelah dibasahi hujan pada siang harinya.


Pihak berwenang mengimbau warga, terutama yang beraktivitas di sektor maritim dan transportasi darat, untuk tetap waspada. Curah hujan yang tinggi dalam durasi singkat berpotensi menyebabkan genangan air di beberapa titik rawan banjir di Batam serta jarak pandang yang terbatas bagi pengemudi.


"Kami menyarankan masyarakat untuk menghindari tempat terbuka atau berlindung di bawah pohon besar apabila mendengar suara guruh atau melihat kilat," tulis pernyataan resmi dalam rilis cuaca harian.


Selain itu, bagi pengguna transportasi laut seperti kapal feri antarpulau, diharapkan terus memantau pembaruan tinggi gelombang yang mungkin terpengaruh oleh peningkatan kecepatan angin saat hujan petir berlangsung. (Adi)


Redaktur : ZB




Share on Social Media