Batam

Terkait Viralnya Diduga Korban Sweeping Di PT. Wasco, Ini Penjelasan Polsek Batu Aji

Juliadi | Jumat 20 Sep 2024 13:32 WIB | 836

Polres/Ta dan Polsek
Polda Kepri
TNI/Polri


Perdamaian antara dua pihak, Kamis (19/9/2024). Foto : humas Polsek Batu Aji


Matakepri.com, Batam -- Beredarnya pesan melalui media sosial facebook dan whastapp terkait salah satu diduga korban aksi sweeping massa di PT. Wasco Tanjung Uncang Kecamatan Batu Aji Kota Batam inisial  BJS pada Rabu (18/9/2024) kemarin. 


Dengan gerak cepat, Kanit Reskrim Polsek Batu Aji melakukan penyelidikan terkait berita viral tersebut, dengan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi yang melihat kejadian.


Kapolsek Batu Aji AKP Benny Syahrizal menjelaskan, dari hasil penyelidikan, ditemukan fakta bahwa BJS benar telah mengalami penganiayaan oleh temannya sendiri yakni inisial  KAL yang dipicu masalah pribadi atau asmara.


"Jadi korban dan terlapor ini memang sama-sama ikut dengan rombongan massa pengunjuk rasa yang berangkat dari tanjung uncang menuju kantor BP Batam," ungkap Benny, Kamis (19/9/2024). 


Lanjut katanya, diduga pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban karena cemburu melihat korban dan mantan pacar terlapor berboncengan menuju kantor BP Batam, jadi saat diperjalanan didepan hotel sky in kelurahan Buliang terjadilah penganiayaan tersebut.


Benny menegaskan bahwa peristiwa penganiayaan yang dialami saudara BJS tidak terkait dengan aksi sweeping di PT. Wasco tanjung uncang melainkan penganiayaan yang dipicu masalah asmara.


Benny juga menambahkan bahwa korban sudah melaporkan secara resmi tentang peristiwa penganiayaan tersebut, kemudian setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban dan terlapor, kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.


"Korban sudah mencabut laporan polisinya  setelah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak. Dengan demikian Polsek Batu Aji melakukan penyelesaian perkara penganiayaan tersebut secara Restorative Justice," ujarnya. 


"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan berita yang belum tentu benar atau hoax, sehingga tidak merugikan diri sendiri maupun oranglain," tutup Benny. (Adi) 


Redaktur : ZB



Share on Social Media