Batam, News

Era 5.0, Uniba Dorong Dosen Jaga Etika dan Integritas Penelitian Ilmiah

Riki | Jumat 31 Oct 2025 22:20 WIB | 949

Perguruan Tinggi/Sekolah



Matakepri.co.id, Batam – Universitas Batam menyelenggarakan kuliah umum tentang integritas publikasi ilmiah dan program Saintek pada Jumat (31/10/2025), dengan menghadirkan pembicara dari Sekretariat Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, yakni Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU.

Kuliah umum tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural Uniba, yaitu Sekretaris Yayasan Griya Husada Faris Ramadhan, S.Ak., M.Ak.; Kepala LPPM Universitas Dr. Malahayati Rusli Bintang, B.Sc., M.P.H.; Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Chablullah Wibisono, M.M.; Wakil Rektor II Dr. Angelina E. Rumengan, S.Kom., M.MSi.; Wakil Rektor III Dr. Mohamad Gita Indrawan, S.T., M.M.; serta para dekan, wakil dekan, kaprodi, dan dosen di lingkungan kampus Uniba.
Acara yang dibuka langsung oleh Rektor Uniba, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., bertempat di Rumengan Hall Uniba.

Dalam sambutannya, Rektor Uniba menyampaikan pentingnya integritas dari para akademisi, khususnya di lingkungan universitas, untuk mendukung dan berkolaborasi dalam riset dengan tujuan meningkatkan literasi sains yang menghasilkan karya ilmiah berkualitas.

“Kuliah umum bertajuk Integritas Publikasi Ilmiah dan Program Saintek diharapkan dapat mewujudkan sistem di mana semua elemen terkait, seperti Saintek, berdampak positif di masa mendatang,” ujar Prof. Samsul Rizal.

Samsul Rizal juga menambahkan bahwa dengan kehadiran Sekretaris Dirjen Sains dan Teknologi, diharapkan dapat memberikan pencerahan melalui kuliah umum tentang integritas publikasi ilmiah dan program Saintek di perguruan tinggi.

“Kita harapkan, pertemuan di era 5.0 di Indonesia ini dapat membahas dan menjangkau bagaimana prinsip-prinsip etika serta kejujuran dalam penelitian harus dijaga di tengah pesatnya kemajuan teknologi,” ujarnya.

Dalam penyampaian materinya di hadapan para dosen Uniba, Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU. mengungkapkan berbagai bentuk penyimpangan karya ilmiah, antara lain:
Fabrikasi, yaitu membuat data untuk menipu;
Falsifikasi, mengubah data untuk menipu;
Plagiarisme, menjiplak karya orang lain;
Kepengarangan tidak sah, menambah atau mengurangi nama pengarang secara tidak etis;
Konflik kepentingan, berupa kompromi atau penyimpangan dari netralitas; serta
Pengajuan jamak, atau publikasi berulang atas satu artikel yang sama.

“Dalam kesempatan memberikan materi di kuliah umum ini, saya menaruh perhatian serius terhadap dunia pendidikan tinggi saat ini agar terus-menerus disampaikan dalam setiap kesempatan berkunjung ke kampus di Indonesia untuk menjaga integritas akademik terkait publikasi dan pengelolaan jurnal ilmiah,” jelas Dr. Samsuri.

Selain itu, Dr. Samsuri juga memberikan apresiasi bagi para dosen, sebab menurutnya profesi dosen berbeda dengan profesi lainnya.

“Dua tugas utamanya adalah sebagai pendidik profesional dan ilmuwan. Itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Maka, sebagai pendidik profesional, dosen dituntut mampu menghasilkan mahasiswa atau lulusan yang berkualitas,” kata Dr. Samsuri.

Pria kelahiran Tanjung Ratu, Lampung, yang menempuh pendidikan Magister dan Doktor Teknik Kimia di Universitas Indonesia ini juga mengungkapkan beberapa prinsip dalam integritas akademik. Menurutnya, kejujuran merupakan hal terpenting dalam perjalanan karier dosen untuk meraih gelar Guru Besar atau Profesor.

“Pastikan dalam setiap penelitian, data yang diperoleh benar dan jujur, karena riset itu harus berdasarkan fakta,” tutupnya. (*)


Redaktur: ZB



Share on Social Media