Batam, Pendidikan

Tefa Roti SMKN 2 Batam, Mutiara Terpendam yang Menanti Untuk Bersinar

Juliadi | Jumat 14 Nov 2025 11:38 WIB | 1312

Pendidikan


Ketua PWI Kota Batam mengunjungi SMKN 2, Kamis (13/11/2025).


Matakepri.com, Batam -- Di balik gerbang SMKN 2 Batam, tersimpan potensi besar yang belum terjamah sepenuhnya. Produk roti berkualitas pabrik bernama "Tefa Roti", yang murni karya siswa jurusan kuliner, menjadi bukti nyata kreativitas tersebut. Sayangnya, produk yang disebut sebagai "mutiara tersembunyi" ini masih terkendala pemasaran.


Hal ini terungkap saat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam, M. A. Khafi Anshary, mengunjungi sekolah tersebut, Kamis (13/11/2025).


Khafi menyaksikan langsung bagaimana para siswa dengan cekatan mengolah adonan menggunakan peralatan modern bantuan pemerintah pusat. Oven besar berstandar industri menghasilkan roti yang lembut, wangi, dan bercita rasa tinggi.


"Kualitasnya sangat mampu bersaing dengan produk komersial di pasaran," ujar Khafi.


Melihat kualitas yang ada, Khafi menyayangkan kurangnya peran pemerintah dalam membantu mempromosikan karya siswa ini. Padahal, menurutnya, Tefa Roti bisa menjadi pilihan konsumsi utama untuk berbagai kegiatan pemerintahan.


“Setiap kegiatan pemerintah pasti membutuhkan konsumsi. Roti ini bisa menjadi salah satu pilihan,” tegasnya.


Ia menambahkan, dukungan ini tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga krusial untuk mendongkrak kepercayaan diri siswa saat memasuki dunia kerja. Sebagai kota industri, Batam memiliki banyak perusahaan yang bisa menjadi target pasar, namun akses ini sulit ditembus sekolah tanpa campur tangan pemerintah.


Sebagai tindak lanjut, Khafi berkomitmen PWI Batam akan menghadirkan ruang publikasi positif untuk dunia pendidikan. 


Eka Wuladari, pengelola Tefa Roti, mengungkapkan bahwa produk ini telah mengantongi hak paten sejak tahun 2023.
Setiap hari, 300 hingga 600 roti diproduksi oleh tim siswa, namun mereka pernah kebanjiran order hingga 1.500 pcs 


"Target sekolah sebenarnya 2.000 pcs per hari, namun pemasaran kembali menjadi tantangan utama," jelas Eka.


Elvin Devita Putri Daci, siswi kelas XII Kuliner, mengaku bangga bisa belajar wirausaha sekaligus. Dari penjualan pre-order, ia bahkan bisa meraup untung Rp 1.500 per roti.


“Kami berharap Tefa Roti bisa lebih maju dan dikenal seluruh Batam,” kata Elvin penuh semangat.


Potensi SMKN 2 Batam tidak berhenti di dapur roti. Sekolah ini juga mengelola Bertuah Edotel, sebuah hotel edukasi yang dijalankan langsung oleh siswa jurusan perhotelan.


Dengan sembilan kamar berfasilitas lengkap (TV, wifi, air panas) dan tarif Rp 200 ribu per malam, hotel ini menjadi laboratorium praktik nyata. Siswa bertugas penuh dari front office hingga housekeeping dengan sistem shift.


Kepala SMKN 2 Batam, Drs. Refio, M.Pd., menegaskan bahwa praktik langsung ini sangat efektif. 



“Banyak siswa kami yang bahkan sudah direkrut oleh hotel-hotel besar sebelum mereka lulus,” pungkasnya. (Adi) 


Redaktur : ZB



Share on Social Media