Batam

Amsakar Ajak Warga Batam Wujudkan Kampung Pariwisata Madani

Juliadi | Rabu 08 Oct 2025 23:27 WIB | 1206

Pemko Batam
Wali Kota/Wakil Wali Kota
Pariwisata


Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Rabu (8/10/2025). Foto : Adi


Matakepri.com, Batam -- Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, membuka Sosialisasi Kampung Pariwisata Madani 2025, Rabu (8/10/2025), menandai dimulainya gerakan bersama Pemerintah Kota dan masyarakat untuk mewujudkan kehidupan berbasis nilai-nilai madani. Program ini dicanangkan sebagai upaya konkret menanamkan nilai madani hingga ke tingkat akar rumput, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Batam.


Amsakar menegaskan bahwa program ini lebih dari sekadar proyek fisik; ia adalah langkah nyata untuk mentransformasi nilai luhur menjadi budaya yang hidup.


“Gagasan masyarakat madani telah lama menjadi bagian dari perjalanan pemikiran bangsa. Nilai madani tidak berhenti pada istilah, tetapi harus tampak dalam perilaku masyarakat yang terbuka, religius, dan kompak,” ujar Amsakar.


Ia menambahkan, sistem nilai yang mengental akan menjadi norma, dan ketika norma itu dihayati serta dipraktikkan, ia akan membentuk budaya. Oleh karena itu, Kampung Pariwisata Madani diharapkan menjadi sarana agar nilai-nilai seperti gotong royong, kedisiplinan, dan ketaatan benar-benar membumi dalam keseharian warga.


 Amsakar menekankan pentingnya menyatukan persepsi seluruh pihak, mulai dari kelompok sadar wisata, Gerakan Masyarakat Madani, hingga perangkat kecamatan dan kelurahan. Ia mewanti-wanti agar pemilihan kampung percontohan dilakukan dengan cermat, dengan fokus pada kesiapan dan penghayatan nilai madani warganya.


“Jangan sampai kita memilih satu kampung, tapi nilai-nilai madaninya belum terlihat. Kampung Madani harus benar-benar menjadi contoh,” tegasnya.


Program ini dinilai sejalan dengan visi Batam sebagai Bandar Madani dan upaya memperkuat sektor pariwisata, yang merupakan penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Kehadiran Kampung Pariwisata Madani diharapkan menambah daya tarik wisata Batam yang sudah menunjukkan tren positif. Hingga awal Oktober 2025, kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai 1,1 juta orang, mendekati realisasi tahun sebelumnya.



Meski demikian, Amsakar mengingatkan bahwa pengelolaannya harus fokus pada aspek kebersihan, keamanan, dan keramahan masyarakat agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.



Untuk menambah wawasan, sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari Kayutangan Heritage Malang yang berbagi pengalaman pengelolaan destinasi wisata berbasis budaya.


Amsakar kembali menegaskan misi besar program ini. 


"Kalau nilai madani sudah hidup di masyarakat, maka kita bukan hanya membangun kampung, tapi juga membangun peradaban. Saya yakin, ikhtiar ini akan membawa kebaikan bagi Batam dan bangsa," tutupnya. (Adi) 


Redaktur : ZB



Share on Social Media