Batam
Juliadi | Senin 25 May 2026 19:53 WIB | 79
PT PLN Batam dan PT. EGS Batam memperkuat ekosistem digital di Batam. (Foto: PLN Batam)
Matakepri.co.id, Batam -- Kawasan Nongsa, Batam, resmi menjadi titik sentral pengembangan ekonomi digital regional setelah PT PLN Batam dan PT Equator Gate System (EGS) Batam menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL), Senin (25/5/2026).
Kerja sama ini menjadi tonggak sejarah bagi pembangunan EGS AI Data Center, sebuah mega proyek bernilai fantastis, yakni USD 5 miliar atau setara Rp88 triliun.
Proyek strategis yang berdiri di atas lahan seluas 30 hektare ini dirancang untuk menjadi pusat pemrosesan Artificial Intelligence (AI), machine learning, dan cloud computing paling modern di Asia Tenggara, yang terhubung langsung dengan Singapura dan Johor.
Plh Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa kehadiran EGS AI Data Center bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan langkah vital dalam memposisikan Batam sebagai koridor infrastruktur digital global.
"Kesiapan energi menjadi kunci utama meningkatkan daya tarik investasi di Batam. BP Batam menyambut baik komitmen ini, dan kami meminta PLN Batam untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik agar ekosistem digital kita berdaya saing tinggi," ujarnya.
Ia berharap, kehadiran proyek ini membawa dampak ekonomi berganda, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan kualitas talenta lokal di sektor teknologi tinggi.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyatakan bahwa pihaknya siap menjamin kebutuhan energi untuk operasional data center berskala besar tersebut secara bertahap, andal, dan berkelanjutan.
"Ini adalah bentuk kepercayaan sekaligus komitmen bersama. PLN Batam hadir memastikan pasokan listrik untuk mendukung Batam sebagai pusat ekonomi digital nasional. Kami ingin membuktikan bahwa infrastruktur energi kita sangat siap untuk industri berbasis teknologi tinggi," tegasnya.
Direktur PT Equator Gate System Batam, Efendi, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan PLN Batam merupakan langkah krusial untuk memastikan operasional pusat data tersebut berjalan tanpa hambatan.
"Penandatanganan PJBTL ini adalah komitmen nyata menghadirkan infrastruktur data center yang andal dan efisien di Indonesia. Kami optimis investasi ini tidak hanya memperkuat posisi Batam di peta digital regional, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi bagi masyarakat lokal," pungkasnya. (Adi)
Redaktur : ZB