Batam

Siswa Madrasah Singapura Kunjungi Batam untuk Program Bakti Sosial Tahunan

Juliadi | Kamis 27 Nov 2025 12:41 WIB | 1048

Pendidikan
Bakti Sosial/Bantuan Sosial


Para pelajar, guru Madrasah Singapura bersama para guru SDN 012, Kamis (27/11/2025). Foto : Adi


Matakepri.com, Batam -- Suasana hangat menyelimuti sebuah pertemuan persahabatan antar pendidik yang melibatkan guru-guru lokal Indonesia dengan "cikgu-cikgu" (sebutan untuk guru dari Singapura). Kunjungan ini bertujuan utama untuk menjalin dan mempererat tali silaturahmi serta persaudaraan sesama tenaga pendidik dari dua negara serumpun.


Kali 30 pelajar Madrasah Madrasah Al-Arabiah Al-Islamiah (setingkat SMA) disamping Kepala Sekolah Madrasah Al-Arabiah Al-Islamiah, Abu Bakar Sidiq bin Hasan dan 5 Cikgu Madrasah Al-Arabiah Al-Islamiah berkunjung ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012 Bengkong, Kamis (27/11/2025). 


Kepala Sekolah SDN 012 Bengkong, Sufriadi mengatakan, kunjungan kali ini adalah yang pertama baginya secara pribadi. Meskipun demikian, sekolah ini sudah beberapa kali menerima kunjungan serupa dari guru-guru Singapura.


"Alhamdulillah, jarak antar negara bukan penghalang untuk menjalin silaturahmi seperti ini," ungkapnya.


Menurutnya, pertemuan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga sarana untuk mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan, di mana setiap individu diharapkan dapat "saling memberikan yang terbaik." Nilai persaudaraan ini diibaratkan seperti membaca ayat pertama dalam Surah Iqra', yaitu kewajiban untuk membaca dan mencari ilmu.


Ketika ditanya mengenai kemungkinan kunjungan balik (SDN 012 Bengkong ke Madrasah Al-Arabiah Al-Islamiah), Sufriadi menyebutkan  adanya beberapa kendala, terutama dari sisi administrasi dan masalah finansial.


"Secara administrasi kita kendala. Selain dari masalah finansial. Karena pegawai negeri untuk keluar negeri itu kan harus izin dari atasan, berbeda dengan guru swasta yang lebih fleksibel," jelas Sufriadi. 


Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa secara pribadi ia sangat ingin mengadakan kunjungan balasan demi memperluas manfaat silaturahmi.


Pertemuan ini memberikan dampak yang sangat positif bagi para peserta didik. Guru-guru dari Singapura berinteraksi langsung dengan anak-anak Indonesia.


"Anak-anak kita di sini berkolaborasi dengan kakak-kakak yang dari Singapura. Nampak kekeluargaan itu," tuturnya. 


Ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah agar tali persaudaraan ini terus terjaga.


Antusiasme guru dan siswa Indonesia, serta respon positif dari Cikgu Singapura, menunjukkan bahwa kolaborasi dan semangat berbagi dalam dunia pendidikan lintas negara sangat mungkin dilakukan dan disambut baik oleh semua pihak.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah Madrasah Al-Arabiah Al-Islamiah, Abu Bakar Sidiq bin Hasan menyampaikan, kunjungan ini merupakan kegiatan tahunan Madrasah tersebut. Kunjungan ke Batam sendiri bukan yang pertama kali, mereka juga pernah mengadakan program serupa di Kamboja sejak tahun 2017.


Menurutnya, pemilihan Batam sebagai lokasi adalah karena adanya masyarakat Muslim di wilayah perantauan Asia Tenggara, dan mereka merasa tergerak untuk turut membantu apa yang dirasakan sebagai kewajiban.


"Kami memilih rantau ini karena kami merasakan di sini ada masyarakat Muslim yang kami sebagai rakyat Singapura bisa membantu apa yang kami rasakan]," ungkapnya. 


Selama berada di Batam, para siswa Singapura akan terlibat dalam beberapa kegiatan utama:
1. Aksi Kemasyarakatan: Melakukan bakti sosial dengan membantu masyarakat setempat.
 2. Pembangunan Fasilitas: Bekerja sama membantu membangun surau atau langgar di perkampungan.


Lanjut katanya, program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan bantuan fisik, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa kepemimpinan dan empati pada diri para pelajar dengan tujuan agar siswa madrasah dapat merasakan dan memahami tantangan di masyarakat luar.


Ia juga mengungkapkan, program mulia ini sepenuhnya didanai melalui swadaya. Para siswa mengumpulkan dana sendiri dan pihak madrasah juga mendapatkan dukungan serta bantuan dana dari badan-badan keagamaan Islam di Singapura.


"Kami membuat simpanan dana sendiri di sekolah, dan kami meminta bantuan sedikit dari pihak badan-badan agama Islam untuk memberikan sumbangan yang bisa menyokong kepada kami," jelasnya.


Kunjungan ini diharapkan menjadi bekal yang baik bagi para siswa agar kelak mereka dapat menjadi individu yang cemerlang di dunia dan akhirat, serta berguna bagi masyarakat di dalam maupun luar Singapura. (Adi) 


Redaktur : ZB



Share on Social Media