Batam

Sinergi Tanpa Batas: LPKA dan SKB Batam Kawal Masa Depan Anak Bangsa

Juliadi | Minggu 21 Dec 2025 01:43 WIB | 1042

Pendidikan
Lapas/Rutan/LPKA/LPP



Matakepri, Batam -- Menutup penghujung Semester I Tahun Ajaran 2025/2026, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Batam memastikan setiap anak binaan tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya pengambilan laporan hasil belajar (rapor) usai melewati masa Ujian Akhir Semester (UAS) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Batam, baru-baru ini.


Rombongan LPKA Batam dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pembinaan, Arpiyanto, dan disambut hangat oleh Wakil Kepala Kurikulum SKB Kota Batam, M. Taripar Silitonga. Pertemuan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan menjadi ajang silaturahmi untuk memperkuat kerja sama antara kedua lembaga pendidikan tersebut menjelang libur panjang sekolah.


Dalam keterangannya, Arpiyanto memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi yang telah berjalan selama ini. Ia menekankan pentingnya legalitas pendidikan bagi para anak binaan.


“Alhamdulillah, hampir 90 persen anak binaan LPKA Batam telah terdaftar dalam sistem Dapodik, sehingga kami dapat menerima laporan hasil belajar mereka secara resmi. Harapannya, sinergi ini dapat terus berlanjut dan berjalan semakin baik ke depannya,” ujar Arpiyanto.



Meski sebagian besar rapor sudah diterima, perwakilan SKB Kota Batam, Untung Rafles, menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa anak binaan yang laporan hasil belajarnya belum dapat diserahkan. Hal ini dikarenakan adanya persyaratan administrasi yang masih perlu dilengkapi oleh pihak keluarga maupun lembaga.


Pihak LPKA Batam berkomitmen untuk segera menindaklanjuti kendala tersebut agar seluruh anak binaan mendapatkan hak yang sama dalam hal dokumentasi pendidikan.


Kerja sama yang berkesinambungan antara LPKA Batam dan SKB Kota Batam menjadi bukti nyata bahwa dinding jeruji bukan penghalang bagi anak-anak untuk terus belajar. Pemenuhan hak pendidikan ini diharapkan menjadi bekal penting dalam proses pembinaan agar saat kembali ke masyarakat nanti, mereka memiliki kualifikasi pendidikan yang setara dengan anak-anak lainnya. (Adi)


Redaktur : ZB



Share on Social Media