Nasional , News

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan

Riki | Senin 22 Jun 2026 13:18 WIB | 62

Lapas/Rutan/LPKA/LPP


Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto melakukan kunjungan kerja ke Nusakambangan pada Sabtu (20/6/2026).


Matakepri.com, BATAM - Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengapresiasi transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan dan pusat pembinaan kemandirian warga binaan. Apresiasi itu disampaikan saat kunjungan kerja bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

Apresiasi tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Nusakambangan pada Sabtu (20/6/2026), didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto.

Dalam kunjungan tersebut, Titiek meninjau berbagai program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan, di antaranya Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), sektor pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja (BLK) konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat.

“Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan usaha ini bisa ditiru dan diduplikasi di tempat-tempat lain,” harapnya.

Menurut Titiek, Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi kini telah berubah menjadi kawasan produktif yang mampu menghasilkan berbagai komoditas pangan dan produk bermanfaat.

“Nusakambangan yang kita dengar selalu seram, bayangannya Alcatraz. Ternyata setelah ke sini, sangat ramah dan bisa menghasilkan begitu banyak produk bermanfaat untuk kita semuanya,” puji Titiek.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan berbagai masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program yang telah berjalan.

Ia menjelaskan, jajaran pemasyarakatan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang belum digunakan di seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Tadi kami juga mohon beberapa evaluasi dan arahan, serta akan kami tindak lanjuti, termasuk upaya-upaya perbaikan dari apa yang sudah kita kerjakan. Kami sudah laporkan kepada beliau bahwa seluruh Lapas dan Rrutan memanfaatkan lahan idle yang ada untuk dioptimalkan dalam membangun program ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dari dalam,” terang Agus.

Saat ini, kawasan Nusakambangan telah memanfaatkan sekitar 135 hektare lahan produktif yang dikelola dengan melibatkan ratusan warga binaan.

Lahan tersebut dimanfaatkan untuk berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, hingga budidaya udang vaname dan sidat.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. (riki)

Redaktur: ZB



Share on Social Media