Batam, News, Kepri

Tanpa Zebra Cross, Pelajar Batam Hadapi Risiko Tiap Hari

Egi | Senin 06 Apr 2026 12:16 WIB | 393

Pemko Batam
Polres/Ta dan Polsek
Satlantas


Kasatlantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo perlihatkan barang bukti (foto:Egi)


Matakepri.co.id Batam - Isu keselamatan pelajar di Kota Batam kembali menjadi perhatian serius. Sejumlah sekolah yang berada di tepi jalan utama dilaporkan belum dilengkapi fasilitas penyeberangan seperti zebra cross, kondisi yang dinilai membahayakan siswa setiap hari.

Situasi ini semakin mengkhawatirkan saat jam sibuk, terutama pada waktu masuk dan pulang sekolah. Padatnya arus kendaraan di jalan utama membuat para pelajar harus berjibaku menyeberang tanpa perlindungan memadai, sehingga risiko kecelakaan meningkat.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, menegaskan bahwa dalam aturan lalu lintas, pejalan kaki termasuk pelajar memiliki prioritas utama di jalan raya.

“Pengendara wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Ini sudah diatur jelas dalam peraturan lalu lintas,” kata Afid.

Ia juga mengingatkan, dalam kasus kecelakaan, pengemudi tidak serta-merta bebas dari tanggung jawab meskipun kendaraan melaju dalam kondisi normal.

“Penetapan tersangka atau tidaknya bergantung pada pasal yang dikenakan. Namun, pengendara tetap bisa dianggap bersalah jika tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki,” jelasnya.

Lebih jauh, konsekuensi hukum akan semakin berat apabila pengemudi melarikan diri setelah kecelakaan terjadi.

Titik Rawan dan Keluhan Orang Tua

Sejumlah orang tua siswa mengaku waswas setiap hari saat mengantar maupun menjemput anak mereka. Beberapa di antaranya menyebut tidak adanya zebra cross maupun petugas penyeberangan membuat anak-anak harus mengandalkan keberanian sendiri untuk melintas di tengah lalu lintas yang padat.

“Setiap hari deg-degan lihat anak menyeberang. Kendaraan banyak yang ngebut, tidak semua mau berhenti,” ujar salah satu orang tua siswa.

Kondisi ini tidak hanya terjadi di satu lokasi, melainkan di beberapa ruas jalan utama yang menjadi jalur padat kendaraan di Batam. Minimnya rambu peringatan sekolah juga memperparah situasi.

Sudah Dibahas, Tapi Kapan Direalisasikan?

Terkait persoalan ini, Afiditya mengungkapkan bahwa penyediaan fasilitas keselamatan seperti zebra cross sebenarnya telah dibahas dalam forum lalu lintas bersama lintas instansi.

Forum tersebut melibatkan BP Batam, Dinas Perhubungan, kepolisian lalu lintas, hingga lembaga pendukung seperti Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan, terutama dalam penanganan pascakecelakaan.

Namun, hingga kini realisasi di lapangan dinilai masih belum merata.

Dorongan Solusi: Dari Zebra Cross hingga Zona Sekolah

Langkah konkret perlu segera dilakukan. Tidak hanya zebra cross, tetapi juga penerapan school safety zone (zona aman sekolah), pemasangan rambu peringatan, hingga penyediaan petugas penyeberangan pada jam sibuk.

Selain itu, penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas di kawasan sekolah juga perlu diperketat guna memberikan efek jera bagi pengendara yang abai terhadap keselamatan.

Keselamatan Bukan Sekadar Wacana

Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait tidak hanya berhenti pada pembahasan, tetapi segera menghadirkan solusi nyata di lapangan.

Sebab, bagi para pelajar, menyeberang jalan seharusnya bukan menjadi aktivitas berisiko tinggi.

Jika tidak segera ditangani, kekhawatiran yang selama ini dirasakan orang tua bukan tidak mungkin berubah menjadi tragedi yang sebenarnya bisa dicegah.(Egi)


Redaktur: ZB



Share on Social Media