Batam

Motor Slip, Tiga Pelajar Insan Harapan Tutup Usia

Juliadi | Senin 06 Apr 2026 19:33 WIB | 511

Satlantas


Motor yang digunaka para korban, Minggu (5/4/2026). Foto: Tribun Batam


Matakepri.co.id, Batam -- Suasana hening menyelimuti jalur menurun Bukit Bismillah menuju Jembatan 5 Barelang, Minggu (5/4/2026). Di balik keindahan panorama perbukitan Galang, sisa-sisa tragedi memilukan yang merenggut nyawa tiga pelajar SMPIT Insan Harapan masih membekas jelas di lokasi kejadian.


Pantauan di lokasi menunjukkan betapa kerasnya benturan yang terjadi. Sebuah tiang listrik di tepi jalan menjadi saksi bisu titik hantaman sepeda motor Honda Beat yang dikendarai para korban. Di sampingnya, sebuah patok pembatas berwarna kuning tampak condong, diduga akibat guncangan hebat saat kecelakaan tunggal itu terjadi.


Di area tanah berbatu dan rerumputan, jejak-jejak pilu masih tertinggal:

1. Serpihan material motor yang berserakan.

2. Sandal milik korban yang terlepas di antara semak.

3. Patahan joran pancing yang tersebar di sekitar lokasi.


Keberadaan alat pancing ini memperkuat dugaan bahwa ketiga remaja tersebut—Safaraz Akma, Rino Arif Bakhtiar, dan Ruhalzan Syakir—sedang dalam perjalanan menuju spot memancing untuk mengisi waktu luang mereka.


Salah satu petugas Satlantas Polresta Barelang mengungkakan, kecelakaan ini terjadi di kontur jalan yang cukup berbahaya, yakni jalur perbukitan yang menurun tajam sebelum kembali landai menuju arah Jembatan 5. Menurut keterangan kepolisian, motor Honda Beat putih yang ditumpangi ketiganya diduga mengalami slip.


"Motor kehilangan kendali, menabrak tiang lampu, dan akhirnya masuk ke dalam parit di tepi jalan," tulis laporan dari Satlantas Polresta Barelang.


Sementara itu, di kantor Gakkum Satlantas Polresta Barelang, sepeda motor Honda Beat putih milik korban kini terparkir sebagai barang bukti. Kondisinya rusak, namun yang lebih menyedihkan adalah barang-barang pribadi yang masih tertinggal di sana.


Sebuah topi, seperangkat alat pancing, tas kecil, dan sandal yang mereka bawa seolah menjadi pengingat rencana hari itu yang tak pernah tertuntaskan. Ketiga siswa kelas 8 dan 9 SMPIT Insan Harapan tersebut kini telah berpulang, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan sekolah.


Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua dan pengendara untuk selalu waspada, terutama saat melintasi jalur Trans Barelang yang memiliki banyak titik buta (blind spot) dan turunan curam. (Adi)


Redaktur : ZB



Share on Social Media