Batam, News
Mora Daulay | Sabtu 01 Aug 2026 02:10 WIB | 48
PMII Batam gelar aksi unjuk rasa. (Foto: Daulay)
Matakepri.co.id, Batam - Suasana di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Batam memanas sekaligus dipenuhi momen haru pada siang hari ini. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Batam menggelar aksi demonstrasi dengan membawa sebuah keranda berisi replika mayat sebagai bentuk protes keras terhadap kinerja pemerintah setempat.
Aksi yang berlangsung di tengah terik matahari itu menyita perhatian publik ketika para massa aksi memboyong keranda kayu ke depan pintu gerbang Pemko Batam. Keranda tersebut dihadirkan bukan sekadar pelengkap orasi, melainkan sebuah pesan simbolis dan filosofis yang mendalam: simbol "matinya" keberpihakan, kepedulian, serta keadilan Pemko Batam terhadap aspirasi rakyat kecil.
Suasana kian mengharu biru saat para orator PMII secara bergantian naik ke atas mobil komando. Dengan suara bergetar namun penuh penekanan, mereka menyuarakan jeritan masyarakat Batam yang dinilai selama ini diabaikan oleh para pemangku kebijakan. Tak sedikit peserta aksi yang mengucurkan air mata menyaksikan pesan-pesan emosional yang disampaikan, menggambarkan betapa krusialnya tuntutan yang mereka bawa.
"Keranda ini adalah cermin dari matinya hati nurani para pemimpin di kota ini. Jika suara rakyat tidak lagi didengar, maka sejatinya pemerintah telah kehilangan marwah dan jiwanya," teriak salah satu orator di tengah kepungan massa yang memadati lokasi.
Tidak hanya menyampaikan aspirasi penuh emosi, PMII Kota Batam juga melayangkan ultimatum tegas kepada pejabat Pemko Batam. Mereka menegaskan memberikan batas waktu bagi Wali Kota dan jajarannya untuk segera merespons serta merealisasikan poin-poin tuntutan yang mereka ajukan.
PMII mengancam akan kembali turun ke jalan dengan gelombang massa yang jauh lebih besar jika ultimatum dan tuntutan mereka diabaikan. Hingga aksi membubarkan diri secara tertib, massa berjanji akan terus mengawal isu ini sampai Pemko Batam memberikan jawaban konkret dan langkah nyata bagi masyarakat. (CW)
Redaktur: ZB