Batam, News, Ekonomi
Riki | Jumat 19 Jun 2026 23:06 WIB | 797
Aktivitas Batamindo lumpuh total akibat listrik padam. (Foto: dok. www.jurnalindustri.com)
Matakepri.co.id, Batam - Aktivitas industri di Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Kota Batam, mendadak lumpuh setelah terjadi pemadaman listrik total atau blackout pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Gangguan listrik yang terjadi menjelang waktu istirahat siang tersebut membuat mesin-mesin produksi di sejumlah perusahaan manufaktur berhenti beroperasi. Jalur perakitan hingga aktivitas operasional di dalam pabrik ikut terdampak.
Hingga sekitar pukul 14.20 WIB, listrik di kawasan tersebut dilaporkan belum kembali normal.
Kondisi itu membuat sejumlah perusahaan mengambil keputusan untuk memulangkan karyawan lebih awal. Ribuan pekerja yang seharusnya masih menjalani aktivitas kerja akhirnya keluar dari kawasan industri secara bersamaan.
Seorang pekerja perempuan melalui pesan singkat yang beredar di media sosial menyebut pemadaman telah berlangsung sejak menjelang siang dan sebagian karyawan diperintahkan untuk pulang.
"Mukakuning Batamindo blackout. Dari setengah 12 tadi sampai sekarang belum hidup. Beberapa karyawan PT Mukakuning pada disuruh pulang," tulisnya.
Pemadaman mendadak tersebut juga membuat sejumlah pekerja mempertanyakan penyebab gangguan karena tidak adanya pemberitahuan sebelumnya.
"Masih penasaran kenapa tetiba mendadak mati lampu gitu ya? Tanpa pemberitahuan pula," tulis salah satu pengguna media sosial.
Tidak adanya kepastian kapan pasokan listrik kembali normal membuat manajemen sejumlah tenant memilih menghentikan aktivitas kerja dan membubarkan shift lebih awal.
Selain mempertimbangkan operasional produksi, keputusan tersebut juga berkaitan dengan kondisi di dalam gedung pabrik. Saat listrik padam, sejumlah fasilitas pendukung seperti sistem pendingin dan sirkulasi udara ikut terdampak sehingga kondisi kerja menjadi kurang nyaman bagi karyawan.
Pemulangan ribuan pekerja secara bersamaan kemudian menimbulkan kepadatan lalu lintas di kawasan industri. Antrean kendaraan terlihat di sejumlah pintu keluar atau gate Batamindo karena pekerja keluar jauh lebih awal dibandingkan jadwal pulang normal.
Sementara itu, PT PLN Batam memastikan blackout yang terjadi di Kawasan Industri Batamindo bukan disebabkan gangguan pada jaringan distribusi maupun pasokan listrik PLN Batam.
Manajer Humas dan Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, menjelaskan bahwa Kawasan Industri Batamindo memiliki sistem kelistrikan sendiri dan tidak memperoleh pasokan listrik secara langsung dari PLN Batam.
"Kalau Kawasan Batamindo, listriknya bukan dari PLN Batam. Mereka menyuplai listrik sendiri ke para tenant secara mandiri," ujar Yoga melalui keterangan tertulisnya, Jumat (19/6/2026).
Kawasan Industri Batamindo selama ini dikenal menerapkan sistem penyediaan energi secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan listrik perusahaan-perusahaan yang beroperasi di dalam kawasan tersebut.
Sistem tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung operasional ratusan perusahaan manufaktur dan perusahaan multinasional yang menjadikan Batamindo sebagai salah satu pusat kegiatan industri di Batam.
Dengan terjadinya blackout kali ini, gangguan kelistrikan tersebut tidak hanya menghentikan sementara aktivitas produksi, tetapi juga berdampak langsung terhadap ribuan pekerja yang harus dipulangkan sebelum waktunya. (Egi)
Redaktur: ZB