Batam, News, Pariwisata, Kepri

HUT Dewa Tua Di Sa Ya Pek Jadi Magnet Wisata, Amsakar Soroti Kemajuan Batam

Egi | Sabtu 01 Aug 2026 21:34 WIB | 89

Pemko Batam
Wali Kota/Wakil Wali Kota
Aset Daerah
Lingkungan Hidup
Hari Raya/Hari Besar


Walikota Batam Amsakar Achmad serahkan miniatur keris yang akan dilelang kepada Ketua Panitia Tan A Tie (foto: Egi)


Matakepri.co.id Batam - Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan optimisme terhadap perkembangan Kota Batam yang dinilainya terus menunjukkan tren positif dalam berbagai sektor pembangunan. Selama satu tahun lima bulan memimpin bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, sejumlah indikator strategis seperti pertumbuhan ekonomi, investasi, pariwisata, hingga dunia usaha mengalami peningkatan yang signifikan.

Hal tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewa Tua Di Sa Ya Pek yang diselenggarakan Yayasan Batam Tri Suci Dharma di Kampung Utama Bawah, Kecamatan Lubuk Baja, Sabtu (1/8/2026) malam.

Menurut Amsakar, kondisi ekonomi Batam saat ini berada dalam fase yang sangat baik. Peningkatan investasi dan kunjungan wisatawan mancanegara menjadi salah satu indikator kuat yang menunjukkan kepercayaan terhadap Batam terus tumbuh.

"Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Batam terus bergerak positif. Investasi meningkat, wisatawan mancanegara bertambah, dan aktivitas dunia usaha juga semakin berkembang," ujarnya.

Ia menjelaskan, geliat investasi dapat dilihat dari banyaknya proyek pembangunan yang sedang berjalan, khususnya di kawasan Batam Centre. Sejumlah gedung baru dan hotel berbintang tengah dibangun sebagai bukti meningkatnya minat investor menanamkan modal di Kota Batam.

Amsakar menyebut pembangunan hotel-hotel internasional menjadi sinyal bahwa Batam semakin dipercaya sebagai destinasi investasi yang menjanjikan.

Selain sektor properti dan pariwisata, perhatian dunia internasional terhadap Batam juga semakin besar. Ia menyinggung rencana investasi perusahaan teknologi global yang bekerja sama dengan Nvidia untuk membangun fasilitas berbasis Graphic Processing Unit (GPU) di Batam.

Menurutnya, proyek yang direncanakan mulai berjalan pada tahun 2027 tersebut berpotensi memperkuat posisi Batam sebagai pusat industri teknologi dan investasi modern di kawasan regional.

Meski demikian, Amsakar menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraih tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang mampu menjaga persatuan, keamanan, dan iklim usaha yang kondusif.

"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama. Masyarakat Batam mampu menjaga kekompakan, pelaku usaha terus berkembang, dan semua pihak turut berkontribusi dalam pembangunan daerah," katanya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar laju pembangunan Batam dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.


Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga menyoroti potensi besar perayaan HUT Dewa Tua Di Sa Ya Pek sebagai salah satu agenda wisata budaya unggulan Kota Batam. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tradisi masyarakat Tionghoa, tetapi juga telah berkembang menjadi daya tarik wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Setiap tahun, perayaan tersebut selalu dipadati masyarakat lokal maupun wisatawan dari negara tetangga yang ingin menyaksikan tradisi budaya yang telah menjadi bagian dari keberagaman Kota Batam.

"Ini merupakan salah satu kegiatan budaya yang memiliki daya tarik besar. Banyak wisatawan datang untuk melihat secara langsung tradisi yang telah lama hidup dan berkembang di Batam," ungkapnya.

Amsakar menegaskan pelestarian budaya harus terus dilakukan sebagai wujud penghormatan terhadap keberagaman yang dimiliki Indonesia. Selain menjaga warisan budaya tetap hidup, kegiatan semacam ini juga mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Ia turut memberikan apresiasi kepada Yayasan Batam Tri Suci Dharma yang secara konsisten menyelenggarakan perayaan tersebut setiap tahun. Menurutnya, semakin meriahnya pelaksanaan HUT Dewa Tua Di Sa Ya Pek menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat sekaligus memperkuat harmoni di tengah keberagaman Kota Batam.

"Tradisi seperti ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan memperkuat kebersamaan masyarakat Batam," katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, Amsakar menyerahkan miniatur keris untuk dilelang dalam rangkaian acara perayaan. Selain itu, Pemerintah Kota Batam juga memberikan bantuan sebesar Rp15 juta kepada Yayasan Batam Tri Suci Dharma guna mendukung pelestarian tradisi budaya yang telah menjadi bagian dari identitas dan kekayaan budaya Kota Batam.(Egi)


Redaktur: ZB



Share on Social Media