Batam, News, Kepri
Egi | Selasa 03 Nov 2026 15:30 WIB | 122
Kapolsek Bulang cek rumah warga yang tertimpa musibah puting beliung (foto: ist)
Matakepri.co.id Batam – Cuaca ekstrem kembali menerjang wilayah pesisir Kota Batam. Kali ini, angin puting beliung menyapu permukiman warga di Pulau Boyan, Kelurahan Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Senin (2/11/2026) sekitar pukul 11.21 WIB.
Terjangan angin kencang tersebut mengakibatkan tiga rumah warga mengalami kerusakan. Bahkan, dua rumah di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara satu rumah lainnya rusak ringan.
Peristiwa itu terjadi di kawasan RT 10/RW 03. Kencangnya terpaan angin membuat sejumlah bagian bangunan rumah warga mengalami kerusakan.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya tiga kepala keluarga harus menghadapi dampak kerusakan tempat tinggal mereka.
Dua rumah yang mengalami kerusakan berat masing-masing milik Abu Tausi (52) dan Bebi (45). Sementara satu rumah lainnya milik Husin (77) mengalami kerusakan ringan.
Rumah Abu Tausi dihuni empat orang, termasuk istri dan dua anaknya. Sedangkan rumah Bebi ditempati enam anggota keluarga, termasuk empat anak.
Adapun rumah milik Husin juga dihuni enam orang bersama istri dan empat anaknya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Polsek Bulang turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi permukiman sekaligus melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak.
Kapolsek Bulang Ipda Jafri Aziz memimpin langsung pengecekan bersama sejumlah personel.
"Kami telah mendatangi lokasi kejadian untuk meninjau langsung kondisi warga serta mendata kerusakan rumah yang terdampak akibat terjangan angin puting beliung ini," ujar Jafri.
Beruntung, meski menyebabkan kerusakan pada tiga rumah, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Saat ini, Polsek Bulang berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah setempat untuk penanganan lebih lanjut, termasuk mengupayakan penyaluran bantuan darurat serta penyediaan tenda pengungsian bagi warga yang terdampak.
Pendataan terhadap kerusakan rumah dan kondisi warga diharapkan dapat mempercepat penanganan, sehingga masyarakat yang menjadi korban bencana bisa segera mendapatkan bantuan.(Egi)
Redaktur: ZB