Batam, News, Ekonomi
Riki | Minggu 20 Sep 2026 14:39 WIB | 77
Komisi II DPR RI siapkan UU khusus Batam. (Foto: Daulay)
Matakepri.co.id, Batam - Komisi II DPR RI mendorong Kota Batam mempercepat transformasi menjadi pusat ekosistem ekonomi digital sekaligus menyiapkan regulasi khusus untuk memperkuat posisi Batam sebagai salah satu lokomotif investasi nasional.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizami Karsayuda dalam rangkaian Milad ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang digelar di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam, Sabtu (19/9/2026).
Rifqinizami menilai perkembangan industri, perdagangan, letak geografis yang strategis, serta status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) menjadi modal penting dalam pengembangan ekonomi berbasis digital.
Menurutnya, transformasi digital juga perlu dibarengi dengan integrasi sistem administrasi kependudukan. Ia mencontohkan pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ke depan dapat terintegrasi dengan berbagai dokumen pelayanan publik, termasuk Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Kita tidak boleh lagi bekerja secara konvensional. Kami di Komisi II DPR RI sudah berpikir 20 langkah ke depan. NIK nantinya terintegrasi secara total, sehingga bisa langsung memuat data SIM dan kebutuhan administrasi kependudukan lainnya dalam satu ekosistem digital yang solid,” ujar Rifqinizami.
Ia juga menyampaikan rencana mendorong pembentukan Undang-Undang Pemerintahan Daerah Khusus Batam. Menurut Rifqinizami, karakteristik Batam memungkinkan adanya pengaturan khusus untuk memberikan kepastian hukum dan fleksibilitas tata kelola, terutama dalam sektor tata ruang dan pertanahan.
“Tugas dan wewenang yang paling dekat dengan Komisi II DPR RI adalah urusan tata ruang dan pertanahan. Sektor ini sangat krusial dan beririsan langsung dengan peran BP Batam. Oleh karena itu, UU Pemda Khusus Batam akan kita lahirkan ke depannya agar tidak ada lagi kendala tumpang tindih kewenangan yang menghambat investasi,” katanya.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan kue Milad ke-60 KAHMI dan Dialog Publik Nasional bertajuk “Penguatan Peran KAHMI dalam Mendorong Daya Saing Batam sebagai Lokomotif Ekonomi Investasi di Indonesia.”
Dialog tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Nuzran Jaher, S.Ag., M.Si., Dr. Suyono Saputra, S.E., M.M., serta Direktur Investasi BP Batam Dendi Gustinandar. Diskusi membahas kolaborasi antara KAHMI, pemerintah daerah, BP Batam, dan pemerintah pusat dalam mendorong iklim investasi yang efisien dan berdaya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.
Sejumlah mahasiswa turut mengikuti agenda tersebut, termasuk Mora Daulay dari STAI Ibnu Sina Batam. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari keterlibatan kalangan akademik dalam mengikuti pembahasan mengenai arah pembangunan dan daya saing ekonomi Batam.
Kegiatan Milad KAHMI ke-60 di Batam tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian agenda organisasi alumni HMI yang berlangsung di tengah pembahasan mengenai penguatan daya saing Batam dan investasi. (CW)
Redatur: ZB