Batam
Juliadi | Senin 17 Nov 2025 12:02 WIB | 827
Antusias para anak binaan ikuti pelatihan, Kamis (13/11/2025).
Matakepri.com, Batam -- Pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Batam kini semakin personal dan memberdayakan. Dalam upaya terbaru, LPKA Batam meluncurkan pelatihan perikanan sistem Bioflok, menggunakan budidaya ikan nila sebagai medium untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan harapan baru bagi anak-anak binaan.
Kegiatan yang dipusatkan di area brandgang LPKA ini melibatkan anak binaan secara langsung dalam proses penebaran benih. Staf Seksi Pembinaan, Febri Erianto, mengawal program ini sebagai wujud dukungan LPKA terhadap program ketahanan pangan nasional.
Sistem Bioflok, yang dikenal karena efisiensi lahan dan sifatnya yang ramah lingkungan, dipilih karena menawarkan kurikulum praktis yang intensif. Anak binaan tidak hanya belajar teknik, tetapi juga dilatih untuk berinteraksi dan merawat makhluk hidup.
Proses harian seperti mengukur suhu air, menyesuaikan pH, dan memberikan pakan tepat waktu, secara efektif menjadi terapi yang mengajarkan kedisiplinan dan ketelatenan.
“Melalui kegiatan ini, mereka belajar bukan hanya tentang budidaya ikan, tapi juga tentang disiplin, kerja sama, dan kesabaran dalam merawat makhluk hidup,” jelas Febri Erianto.
Menanam Benih Keseimbangan dan Kerja Sama
Pelatihan ini menempatkan anak binaan dalam peran aktif sebagai 'pengasuh' kolam, menumbuhkan rasa kepemilikan dan kebersamaan.
"Mereka (anak binaan) bekerja sama, memecahkan masalah budidaya, dan secara kolektif bertanggung jawab atas keberhasilan panen," ungkapnya.
Ini adalah langkah strategis LPKA Batam dalam menunjukkan bahwa proses pembinaan tidak hanya berkutat pada aspek moral dan pendidikan formal, melainkan mencakup penguatan keterampilan vokasional yang berfungsi sebagai jembatan menuju kemandirian saat mereka kembali ke masyarakat.
"Dengan bekal keterampilan budidaya Bioflok, diharapkan anak binaan memiliki kompetensi nyata yang dapat mereka gunakan sebagai alat untuk membangun kehidupan yang lebih produktif dan jauh dari stigma, membuktikan bahwa kesempatan kedua selalu ada," pungkasnya. (Adi)
Redaktur : ZB