Batam
Juliadi | Sabtu 01 Nov 2025 22:14 WIB | 973
Kepala-Wakil Kepala BP Batam, Jumat (31/10/2025). Foto : Humas BP Batam
Matakepri.com, Batm -- Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Dewan Pengawas (Dewas) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis, Jumat (31/10/2025), sebagai momentum penting untuk memantapkan tata kelola, mengakselerasi kinerja, dan menetapkan arah kebijakan ekonomi Batam ke depan. Pertemuan ini menjadi penanda kesiapan Batam melangkah menuju "Lompatan Besar 2026" sebagai lokomotif ekonomi nasional.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, melaporkan kabar gembira terkait realisasi investasi hingga Oktober 2025. Total realisasi telah mencapai Rp54,7 triliun, atau 91,22 persen dari target ambisius Rp60 triliun.
"Kami tengah menyiapkan regulasi turunan dari peraturan pemerintah yang baru, agar iklim investasi tetap kondusif dan aman. Tahun 2026 akan menjadi momentum lompatan besar bagi Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Amsakar penuh optimisme.
Menurut Amsakar, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi motor utama pertumbuhan, disusul tren peningkatan konsisten dari Penanaman Modal Asing (PMA).
Rapat koordinasi ini juga fokus pada kesiapan implementasi tiga regulasi pemerintah yang fundamental, yaitu PP Nomor 25, Nomor 28, dan Nomor 47 Tahun 2025. Ketiga peraturan ini akan menjadi landasan baru untuk penguatan tata kelola kelembagaan dan efektivitas pelaksanaan kebijakan ekonomi di Batam.
Selain itu, agenda Rakor mencakup pembahasan mendalam mengenai:
1. Laporan realisasi target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan kinerja lembaga.
2. Perkembangan terkini proyek strategis Rempang Eco-City.
Kinerja impresif BP Batam sepanjang tahun 2025 menuai apresiasi dari Dewan Pengawas. Sekretaris Kemenko Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso, memuji kerja keras BP Batam.
"Realisasi investasi Batam sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dengan kerja sama yang solid, kita bisa mendorong investasi yang lebih maksimal ke depan,” kata Susiwijono.
Senada, Anggota Dewas BP Batam, Elen Setiadi, mengakui pelaksanaan program BP Batam telah berjalan maksimal. Namun, ia memberikan catatan penting.
"Kami yakin pelaksanaan program BP Batam sudah berjalan baik. Namun, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian serius agar hasilnya semakin optimal, khususnya pembenahan pelayanan perizinan," ungkap Elen.
Menindaklanjuti arahan Dewas, Amsakar Achmad memastikan hasil Rakor ini akan segera ditindaklanjuti. Fokus utama di tahun mendatang adalah mengoptimalkan realisasi PNBP melalui efisiensi tata kelola dan percepatan layanan investasi.
Melalui sinergi, penguatan tata kelola berbasis regulasi baru, dan optimalisasi investasi, BP Batam menegaskan komitmennya untuk menjadikan Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang berdaya saing tinggi di tahun-tahun mendatang. (Adi)
Redaktur : ZB