Nasional
Juliadi | Sabtu 15 Nov 2025 11:38 WIB | 1045
Peluncuran Dash B-I dan B-Legal, Jumat (14/11/2025). Foto: Humas BP Batam
Matakepri.com, Bandung -- Badan Pengusahaan (BP) Batam semakin serius mengakselerasi transformasi digital dalam tata kelola pengawasan dan pengendalian pengusahaan.
Hal ini dibuktikan melalui Konsinyering Penggunaan Dashboard Pengendalian Pengusahaan (Dash B-I dan B-Legal) yang digelar di Bandung pada 13–14 November 2025, melibatkan pimpinan dan staf di lingkungan BP Batam.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Pengendalian Pengusahaan ini bertujuan utama untuk memperkuat akuntabilitas dan efisiensi dalam pengelolaan dokumen perjanjian kerja sama (PKS) serta pemantauan kinerja badan usaha.
Direktur Pengendalian Pengusahaan BP Batam, Asep Lili Holilulloh, menekankan bahwa digitalisasi adalah langkah mendasar dalam reformasi birokrasi BP Batam.
"Optimalisasi pengawasan dan pengendalian mutlak memerlukan dukungan data yang tertib, terintegrasi, dan mudah diakses. Dashboard Pengendalian ini adalah instrumen penting untuk memastikan setiap kinerja badan usaha dapat dipantau secara tepat, terukur, dan akuntabel," tegas Asep.
Asep juga menyoroti tantangan lama yang dihadapi BP Batam, seperti proses PKS yang masih manual, dokumen yang tersebar, dan kesulitan dalam penelusuran data.
Solusi Data Terpusat: B-Legal dan Dash B-I
Dua platform digital terintegrasi diperkenalkan untuk mengatasi hambatan tersebut dan mendorong pengambilan keputusan berbasis data:
* Dashboard Monev Perjanjian Kerja Sama (B-Legal): Platform ini berfungsi untuk memusatkan seluruh dokumen PKS BP Batam, mempermudah penelusuran dokumen pendukung, dan memungkinkan monitoring PKS secara real-time, menggantikan sistem manual yang lambat.
* Dashboard Monitoring Kinerja Badan Usaha (Dash B-I): Platform berbasis web yang menyediakan data kinerja badan usaha secara komprehensif, mencakup aspek keuangan, aset, produksi, hingga Indeks Kepuasan Pengguna Layanan.
Melalui Dash B-I dan B-Legal, BP Batam tidak hanya efisien dalam penyimpanan data, tetapi juga memiliki alat bantu yang vital untuk memastikan proses evaluasi dan pengendalian kegiatan pengusahaan dapat dilakukan dengan cepat, transparan, dan terintegrasi.
Konsinyering diisi dengan kegiatan intensif seperti inventarisasi, penataan, dan penginputan dokumen, memastikan kesiapan data untuk diintegrasikan ke dalam sistem digital yang baru. (***)
Redaktur : ZB