Batam
Juliadi | Selasa 23 Dec 2025 17:10 WIB | 922
Matakepri.com, Batam -- Senyum bahagia terpancar dari wajah masyarakat transmigrasi lokal di Tanjung Banun, Minggu (21/12/2025). Kehadiran Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, bersama Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, membawa kabar baik mengenai kepastian kesejahteraan warga terdampak pengembangan kawasan.
Dalam kunjungan tersebut, dilakukan penyerahan simbolis bantuan perbekalan serta Santunan Nilai Rumah Asal yang kini dibayarkan secara penuh tanpa potongan nilai bangunan baru.
Satu hal yang menjadi sorotan utama adalah perubahan skema santunan rumah. Sebelumnya, nilai rumah warga akan dikurangi dengan nilai rumah relokasi yang mereka terima. Namun, berkat usulan gigih dari kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, kebijakan tersebut diubah demi keuntungan masyarakat.
Jika rumah lama warga dinilai sebesar Rp200 juta dan rumah relokasi bernilai Rp130 juta, pada aturan lama warga hanya menerima sisa sebesar Rp70 juta. Namun kini, warga tetap menerima rumah baru dan uang tunai Rp200 juta secara utuh.
"Pemberian santunan secara penuh ini merupakan usulan langsung dari Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam. Setelah proses panjang, akhirnya kita setujui bersama demi kepentingan rakyat," ujar Menteri Iftitah Sulaiman.
Selain santunan uang, pemerintah juga memberikan bantuan perbekalan lengkap untuk menunjang produktivitas warga, meliputi:
* Alat Kerja: Peralatan pertanian, jaring nelayan, dan alat pertukangan.
* Kebutuhan Rumah Tangga: Alat sandang, peralatan tidur, peralatan dapur, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya.
Menteri Iftitah menekankan bahwa proyek di Tanjung Banun bukan sekadar memindahkan orang. "Ini adalah soal menciptakan pertumbuhan ekonomi baru dan memindahkan kehidupan untuk kesejahteraan yang lebih baik," tegasnya.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa dirinya bersama Li Claudia Chandra berkomitmen mengawal proyek Rempang Eco City agar tetap berorientasi pada keadilan sosial.
"Kami ingin masyarakat lebih nyaman dan fokus menata kehidupan baru. Pembangunan infrastruktur di Tanjung Banun akan terus kami kebut. Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan," ujar Amsakar.
Senada dengan itu, kehadiran Li Claudia Chandra mendampingi penyerahan bantuan ini mempertegas soliditas kepemimpinan BP Batam dalam memastikan hak-hak masyarakat lokal tetap terlindungi di tengah percepatan investasi. (*)
Redaktur : ZB