Batam, News

Puluhan Warga Batam Ditipu Pengusaha Leasing, Kerugian Mencapai Rp 5 Miliar

Riki | Jumat 03 Apr 2026 12:27 WIB | 651

Polres/Ta dan Polsek
Hukum & Kriminal


Seorang warga Batam yang menjadi korban penipuan oleh pengusaha leasing (foto: Eko)


Matakepri.co.id Batam - Kasus dugaan penipuan berkedok usaha leasing mobil di Kota Batam mulai mencuat setelah puluhan warga melaporkan seorang pengusaha ke Polresta Barelang, Rabu (1/4/2026).


Terduga pelaku diketahui bernama Nora Okta, yang disebut-sebut sebagai pemilik usaha leasing mobil. Hingga kini, sedikitnya 28 orang mengaku menjadi korban dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.


Para korban mengungkapkan, modus yang digunakan pelaku bervariasi, mulai dari pengurusan dokumen kendaraan hingga transaksi jual beli mobil. Namun, pola yang dilakukan diduga sama, yakni memanfaatkan kepercayaan korban.


Salah satu korban, Yuli, mengaku awalnya hanya ingin mengurus balik nama mobil Toyota Rush milik anaknya. Ia meminta bantuan Nora Okta karena anaknya saat ini berada di Rusia.


Tujuan balik nama tersebut, kata Yuli, agar pembayaran pajak kendaraan menjadi lebih mudah.


Namun, setelah menyerahkan BPKB mobil kepada pelaku, masalah justru muncul. Ia menduga dokumen tersebut disalahgunakan.

Alih-alih mengurus balik nama, pelaku diduga membuat dokumen jual beli palsu, lalu menggadaikan BPKB kendaraan ke perusahaan leasing.


Akibatnya, mobil milik Yuli ditarik oleh debt collector karena dianggap menunggak cicilan, meskipun ia menegaskan kendaraan tersebut telah lunas.


“Saya kaget didatangi debt collector. Karena takut, mobil akhirnya saya serahkan,” ujar Yuli.


Kasus serupa juga dialami korban lain, Pur, yang mengaku kehilangan uang hingga Rp119 juta. Ia mengatakan mobil Honda Brio miliknya telah diserahkan kepada pelaku setelah ada kesepakatan jual beli.


Namun, pembayaran yang dijanjikan tak kunjung diterima, bahkan hingga berbulan-bulan.


“Sampai sekarang belum ada pembayaran, padahal mobil sudah saya serahkan,” katanya.


Sejumlah korban lainnya mengaku mengalami kejadian dengan pola serupa. Mereka kemudian sepakat melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.


Kedatangan para korban ke Polresta Barelang juga untuk mempertanyakan perkembangan laporan yang telah mereka buat sebelumnya.


Hampir satu bulan berlalu, belum ada kejelasan penanganan kasus tersebut.

Para korban berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut tuntas perkara ini dan memberikan kepastian hukum, mengingat jumlah korban yang cukup banyak serta nilai kerugian yang tidak sedikit, (Egi)


Redaktur: ZB



Share on Social Media