Batam, News, Kepri

Viral Pocong Bawa Sajam di Batam, Hasil Penyelidikan Polisi : Hoaks

Egi | Sabtu 06 Jun 2026 13:42 WIB | 52

Polres/Ta dan Polsek


Tangkapan layar di grop WhatsApp (foto: istimewa)


Matakepri.co.id Batam -  Kabar mengenai kemunculan pocong yang membawa senjata tajam di kawasan Kampung Melayu, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, yang sempat menghebohkan masyarakat Batam dipastikan tidak benar. Hasil penyelidikan kepolisian menunjukkan informasi yang beredar luas di media sosial tersebut merupakan hoaks.

Sebelumnya, unggahan terkait teror pocong bersenjata tajam ramai dibagikan melalui Instagram dan berbagai grup WhatsApp. Dalam narasi yang beredar disebutkan bahwa warga Kampung Melayu RT 002/RW 002, Batu Besar, diteror oleh sosok pocong yang membawa senjata tajam.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Nongsa langsung melakukan penyelidikan ke lokasi yang disebutkan dalam unggahan viral itu. Tim dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Ipda Rayhan Aditya Ramadhan.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan salah seorang remaja berinisial A yang diketahui mengunggah informasi tersebut melalui akun Instagram miliknya. Setelah dimintai keterangan, remaja tersebut mengaku hanya meneruskan unggahan yang sebelumnya diterimanya dari pihak lain.

"Kami melakukan klarifikasi terhadap pemilik akun yang mengunggah informasi tersebut. Yang bersangkutan mengaku hanya membagikan ulang postingan yang diterimanya," ujar Ipda Rayhan Aditya Ramadhan, Jumat (5/6/2026).

Polisi kemudian mendatangi warga serta Ketua RT 002/RW 002 Kampung Melayu untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Dari hasil pengecekan di lapangan, tidak ada satu pun warga yang mengetahui ataupun mengalami peristiwa sebagaimana yang disebutkan dalam unggahan tersebut.

Baik warga maupun perangkat lingkungan setempat memastikan tidak pernah terjadi kejadian teror pocong bersenjata tajam di wilayah mereka.

Selain itu, hingga saat ini Polsek Nongsa juga tidak menerima laporan polisi maupun pengaduan masyarakat terkait kejadian tersebut. Kondisi itu semakin menguatkan dugaan bahwa informasi yang beredar hanyalah kabar bohong yang berpotensi menimbulkan keresahan.

"Hingga saat ini tidak ada laporan maupun bukti yang mendukung kebenaran informasi tersebut. Dugaan kuat, berita yang beredar merupakan hoaks," tegas Rayhan.

Hasil penelusuran lebih lanjut menunjukkan isu serupa juga sempat muncul di sejumlah daerah lain di Indonesia. Polisi bahkan menemukan bahwa foto pocong yang membawa senjata tajam diduga merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kemudian disebarluaskan melalui media sosial.

Polsek Nongsa mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi di dunia digital. Warga diminta tidak mudah percaya dan tidak langsung menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya agar tidak memicu kepanikan maupun keresahan di tengah masyarakat.(Egi)


Redaktur: ZB



Share on Social Media