Batam, News, Hukum & Kriminal, Kepri
Egi | Minggu 14 Jun 2026 21:01 WIB | 55
Tangkapan layar video pelaku rayap besi bersaksi di terowongan pelita (foto: ist)
Matakepri.co.id Batam - Aksi pencurian fasilitas umum kembali terjadi di Kota Batam. Kali ini, sejumlah komponen besi pada penutup drainase di kawasan Terowongan Pelita dilaporkan hilang setelah diduga dicuri oleh pelaku yang beraksi pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik setelah rekaman video aksi pelaku beredar luas dan viral di media sosial. Video itu direkam oleh warga yang tengah berolahraga lari pagi di sekitar lokasi.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria sedang memukul dan menghancurkan bagian penutup drainase menggunakan palu berukuran besar. Besi yang berada di ujung penutup parit diduga menjadi target utama pelaku untuk kemudian diambil.
Tak jauh dari lokasi, tampak sebuah sepeda motor becak terparkir yang diduga digunakan pelaku untuk mengangkut hasil curian.
Warga yang merekam kejadian tersebut mengaku terkejut melihat aksi pelaku yang dilakukan secara terang-terangan di area publik. Kejadian itu pun memicu beragam reaksi dari masyarakat yang menilai pencurian fasilitas umum semakin meresahkan.
Selain merugikan pemerintah daerah, hilangnya penutup drainase juga berpotensi membahayakan pengguna jalan. Lubang drainase yang terbuka dapat menjadi ancaman bagi pengendara maupun pejalan kaki, terutama pada malam hari atau saat hujan.
Video yang viral di berbagai platform media sosial kini menjadi perhatian masyarakat Batam. Banyak netizen mendesak aparat penegak hukum segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku guna mencegah aksi serupa terulang.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti identitas pria dalam video tersebut maupun jumlah kerugian akibat hilangnya komponen besi drainase di kawasan Terowongan Pelita. Namun, masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan dan meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas umum yang kerap menjadi sasaran pencurian.
Kasus ini menambah daftar panjang pencurian besi fasilitas publik di Batam yang tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat.(Egi)
Redaktur: ZB