Batam
Batam Fokus pada Peningkatan SDM dan Infrastruktur di APBD 2026
Juliadi |
Kamis 11 Sep 2025 10:04 WIB
|
984
DPRD Batam
Rapat paripurna Ranperda APBD 2026, Senin (8/9/2025). Foto : Adi
Matakepri.com, Batam – Pemerintah Kota Batam dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mulai merancang arah pembangunan Batam untuk tahun 2026. Prioritas utama yang digariskan dalam draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Dalam rapat paripurna yang digelar Senin (8/9/2025), Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2026 kepada pimpinan DPRD. Proses ini menjadi langkah awal dalam menyusun alokasi anggaran yang fokus pada kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Alokasi Anggaran untuk Kualitas Hidup Warga
Wali Kota Amsakar menjelaskan bahwa penyusunan APBD 2026 berlandaskan pada sejumlah regulasi, termasuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam 2025–2030.
Fokus utama yang dipaparkan mencakup beberapa bidang krusial:
1. Peningkatan SDM: Anggaran akan dialokasikan untuk program beasiswa, bantuan pendidikan, pembangunan ruang kelas baru, serta pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru, tenaga kerja, dan pelaku usaha pariwisata.
2. Pembangunan Infrastruktur: Pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur modern, seperti jalan, jembatan, penanganan banjir, dan peningkatan fasilitas kesehatan. Revitalisasi Gedung Beringin juga termasuk dalam rencana.
3. Pemerataan Kesejahteraan: Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, akan ada program subsidi bunga pinjaman nol persen bagi UMKM, bantuan sosial untuk lansia, serta insentif bagi perangkat RT/RW dan tokoh masyarakat.
Proyeksi Keuangan APBD 2026
Dalam nota keuangan, Amsakar memaparkan bahwa APBD 2026 menargetkan pendapatan sebesar Rp4,62 triliun. Angka ini didominasi oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,58 triliun dan sisanya berasal dari pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan daerah.
Sementara itu, total belanja daerah direncanakan sebesar Rp4,73 triliun, yang sebagian besar akan digunakan untuk belanja operasi dan belanja modal. Defisit anggaran yang ada akan ditutup dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun sebelumnya.
Setelah penyerahan Ranperda, Ketua DPRD Batam, H. Muhammad Kamaluddin, meminta fraksi-fraksi partai politik untuk segera menyiapkan pandangan umum mereka sebagai respons terhadap usulan pemerintah. Tahap ini sangat penting untuk memastikan setiap alokasi anggaran benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Batam. (Adi)
Redaktur : ZB
Share on Social Media