Batam, News, Kepri
Egi | Minggu 02 Aug 2026 19:36 WIB | 82
Pilot pesawat tempur F-16 usai memperlihatkan atraksi kepada masyarakat Batam (foto: Egi)
Matakepri.co.id Batam - Ribuan masyarakat memadati kawasan Lanud Hang Nadim Batam untuk menyaksikan secara langsung kegiatan Open Base TNI Angkatan Udara yang menghadirkan enam pesawat tempur F-16, Minggu (2/8/2026). Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari dengan memanfaatkan kesempatan langka melihat dari dekat salah satu alutsista andalan penjaga kedaulatan udara Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, enam pesawat tempur F-16 diterbangkan dari dua satuan berbeda, yakni Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun dan Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Kehadiran pesawat-pesawat tempur tersebut merupakan bagian dari rangkaian latihan operasi terintegrasi Trimatra yang melibatkan tiga matra TNI.
Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsau), Marsda TNI Djoko Hadipurwanto, mengatakan Open Base digelar untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mengenal lebih dekat kekuatan pertahanan udara nasional sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap alutsista yang dimiliki bangsa Indonesia.
Menurutnya, seluruh alutsista yang digunakan TNI AU merupakan aset negara yang keberadaannya juga didukung oleh masyarakat. Karena itu, TNI AU ingin membuka ruang agar masyarakat dapat melihat secara langsung dan memahami peran penting pesawat tempur dalam menjaga wilayah udara Indonesia.
“Pesawat yang dimiliki TNI AU bukan hanya milik institusi, tetapi juga milik seluruh rakyat Indonesia. Melalui kegiatan ini kami ingin masyarakat lebih dekat dengan TNI AU serta memahami pentingnya menjaga kedaulatan negara,” ujarnya.
Djoko menambahkan, kegiatan Open Base di Batam akan berlangsung hingga 5 Agustus 2026. Selain menjadi sarana edukasi dan hiburan bagi masyarakat, keberadaan F-16 di Batam juga mendukung pelaksanaan latihan operasi gabungan yang melibatkan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
Ia menjelaskan bahwa latihan Trimatra menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan operasi bersama antar matra, sehingga pelaksanaan tugas pertahanan dapat berjalan lebih efektif dan terpadu.
“Tantangan pertahanan saat ini menuntut kerja sama seluruh matra. Karena itu latihan terintegrasi menjadi sangat penting agar setiap unsur dapat beroperasi dalam satu kesatuan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diberikan akses untuk mendekati pesawat tempur, berfoto, serta berinteraksi dengan kru dan pilot yang bertugas. Namun pengunjung tetap diwajibkan mematuhi aturan keselamatan yang telah ditetapkan panitia.
Sementara itu, Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Indra Alexander Yosef Lessy, menjelaskan bahwa Batam menjadi pangkalan laju bagi pesawat tempur yang akan melaksanakan berbagai skenario latihan di wilayah sasaran.
Ia menyebutkan aktivitas penerbangan latihan akan mulai berlangsung sejak Senin (3/8/2026), dengan pesawat lepas landas pada pagi hari dan kembali ke Lanud Hang Nadim setelah menyelesaikan misi latihan.
“Masyarakat masih dapat menyaksikan aktivitas pesawat tempur saat lepas landas maupun mendarat. Ini menjadi kesempatan yang jarang terjadi dan cukup menarik untuk disaksikan,” ujarnya.
Indra juga menyampaikan apresiasi atas tingginya minat masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan perkiraan panitia, jumlah pengunjung yang datang mencapai sekitar 10 ribu orang.
Tingginya antusiasme warga menunjukkan besarnya ketertarikan masyarakat terhadap dunia kedirgantaraan sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara TNI AU dan masyarakat di Kota Batam.(Egi)
Redaktur: ZB