Batam, News, Kepri
Egi | Selasa 30 Jun 2026 12:27 WIB | 68
Pelantikan HKTI Tanjungpinang (foto: Egi)
Matakepri.co.id Batam - Pengusaha muda M. Sadmi Al Qayum resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Tanjungpinang untuk masa bakti 2026-2031. Pelantikan dilakukan bersamaan dengan pengurus DPC HKTI kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau di Hotel Harmoni One, Batam Centre, Minggu (28/6/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri Ketua Harian Dewan Pengurus Nasional (DPN) HKTI, Mayor Jenderal TNI (Purn) Bachtiar Utomo, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, serta sejumlah pengurus HKTI dari berbagai daerah di Kepri.
Dalam sambutannya, Bachtiar Utomo menekankan pentingnya konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan). Menurutnya, penguatan struktur organisasi menjadi langkah awal agar HKTI mampu menjalankan perannya secara maksimal dalam mendampingi para petani.
Ia menjelaskan, HKTI memiliki tugas memberikan pendampingan, advokasi, serta meningkatkan kapasitas petani agar mampu mengikuti perkembangan sektor pertanian yang semakin modern dan berbasis teknologi.
“HKTI harus hadir membantu petani agar lebih maju, termasuk mendorong modernisasi pertanian, digitalisasi, dan mencetak petani milenial di daerah,” ujarnya.
Bachtiar menambahkan, melalui berbagai program pendampingan dan pemberdayaan, HKTI diharapkan mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan hingga kedaulatan pangan nasional. Selain itu, organisasi juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui dukungan terhadap berbagai kebijakan dan program pemerintah di sektor pertanian.
Ia juga menegaskan bahwa HKTI harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPC HKTI yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjalankan amanah dengan baik serta berkontribusi dalam memperkuat sektor pertanian daerah.
Menurut Nyanyang, meskipun wilayah Kepulauan Riau didominasi lautan, setiap kabupaten dan kota tetap memiliki kawasan pertanian yang perlu dijaga dan dikembangkan. Karena itu, pemerintah daerah diminta memberikan perhatian khusus terhadap lahan pertanian yang sudah ada maupun potensi lahan baru yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan.
“Kita harus bersama-sama mendukung program ketahanan pangan nasional. Daerah harus mampu memaksimalkan potensi pertaniannya agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dan inflasi dapat dikendalikan,” katanya.
Usai dilantik, Ketua DPC HKTI Kota Tanjungpinang M. Sadmi Al Qayum menyampaikan komitmennya untuk segera menjalankan sejumlah program prioritas. Ia mengungkapkan bahwa sebelum pelantikan, HKTI telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang dan memperoleh dukungan untuk mengembangkan sektor pertanian di daerah tersebut.
Program awal yang akan dilakukan adalah memperkuat koordinasi dengan gabungan kelompok tani serta para pelaku usaha pertanian agar seluruh potensi pertanian di Tanjungpinang dapat terakomodasi secara optimal.
Selain itu, HKTI juga akan melakukan pemetaan dan identifikasi lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian maupun peternakan. Pemanfaatan lahan kosong yang belum produktif juga menjadi salah satu fokus organisasi guna mendukung kemandirian pangan daerah.
“Kami ingin mendorong agar Tanjungpinang memiliki ketahanan pangan yang kuat dengan meningkatkan produksi komoditas dari daerah sendiri,” ujar Qayum.
Lebih lanjut, HKTI Tanjungpinang berkomitmen bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung berbagai program nasional di sektor pertanian, mulai dari distribusi pupuk dan bibit gratis hingga pengembangan peternakan melalui program Ayam Merah Putih.
Menurutnya, seluruh program kerja akan disusun secara terarah dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani.
“Kami berharap dalam lima tahun ke depan seluruh program dapat berjalan secara terstruktur, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan sektor pertanian di Tanjungpinang,” tuturnya.
Di sisi lain, Sekretaris DPC HKTI Kota Tanjungpinang, Syahri Dharma Putra, menyebutkan bahwa kepengurusan HKTI Tanjungpinang saat ini terdiri dari sekitar 60 orang. Pihaknya juga tengah melakukan pendataan kelompok tani yang akan menjadi mitra organisasi.
“Pendataan masih terus berlangsung dan saat ini jumlah kelompok tani yang telah terdata mencapai lebih dari 300 kelompok,” kata Syahri.
Dengan kepengurusan baru dan dukungan berbagai pihak, HKTI Tanjungpinang diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di masa mendatang.(Egi)
Redaktur: ZB