Tanjungpinang
Juliadi | Kamis 18 Dec 2025 11:19 WIB | 2624
Kunjungan Ombudsman Kepri ke KSOP Tanjungpinang, Kamis (4/12/2025). Foto :
Matakepri.com, Tanjungpinang -- Menjelang lonjakan penumpang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) berada di bawah sorotan tajam. Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan inspeksi mendadak dan mendesak KSOP Tanjungpinang untuk segera membenahi sistem layanan pengaduan masyarakat.
Dalam kunjungan yang berlangsung Kamis (4/12/2025), Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Siadari, secara blak-blakan menyentil fenomena warga yang lebih memilih memviralkan keluhan di media sosial daripada melapor ke kanal resmi.
Lagat menyoroti dua insiden yang baru-baru ini mencoreng wajah transportasi laut di Tanjungpinang:
* Insiden Kapal Mati Mesin: Kasus kapal rute SBP Tanjungpinang-Batam yang mogok di tengah laut, membahayakan keselamatan penumpang.
* Drama Tiket Anak: Keluhan viral orang tua yang tetap diminta memangku anaknya meski sudah membayar tiket penuh (full fare).
"Jangan sampai masyarakat bingung ke mana harus mengadu. Publikasikan layanan pengaduannya secara masif. Kelola pengaduan itu dengan benar. Jangan tunggu diviralkan dulu baru ada aksi," tegas Lagat di hadapan Kepala KSOP Tanjungpinang, Febrianto Dian Iskandar.
Menanggapi desakan tersebut, pihak KSOP Tanjungpinang menyatakan telah menyiapkan kekuatan penuh untuk menghadapi arus Nataru:
* Total Armada: 39 kapal reguler (domestik & internasional) ditambah 6 kapal cadangan.
* Keamanan: 2 kapal patroli disiagakan untuk pengawasan perairan.
* Posko Pelayanan: Dua posko akan dibuka, yakni posko aduan/informasi di dalam area pelabuhan dan satu posko gabungan di area luar.
Selain soal pengaduan, Ombudsman memberikan "PR" tambahan bagi KSOP untuk menghindari penumpukan penumpang:
* Sosialisasi Tiket Online: Masyarakat harus didorong menggunakan e-ticketing agar lonjakan penumpang bisa diprediksi lebih akurat.
* Uji Coba Aplikasi: Pihak ketiga penyedia layanan (MKP) diminta memastikan server aplikasi mereka tidak down saat dihantam ribuan transaksi di puncak musim liburan. (*)
Redaktur : ZB