Batam, News, Hukum & Kriminal, Kepri

Ditangkap Satu Tumbuh Seribu, Rayap Besi Masih Bebas Menggerogoti Batam

Egi | Kamis 18 Jun 2026 14:28 WIB | 63

Polres/Ta dan Polsek
Polda Kepri


Tangkapan layar video penutup hydrant di pasir putih dicuri orang (foto: tangkapan layar)


Matakepri.co.id Batam - Aksi pencurian fasilitas umum yang dilakukan pelaku rayap besi kembali terjadi di Kota Batam. Meski sejumlah pelaku sebelumnya telah ditangkap aparat kepolisian, aksi serupa masih terus berulang dan kini menyasar tutup hydrant di kawasan Pasir Putih.

Peristiwa tersebut viral setelah video kondisi hydrant tanpa penutup beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat air menyembur deras dari instalasi hydrant akibat tutup besi yang diduga dicuri oleh pelaku.

Kejadian ini menambah daftar panjang fasilitas umum yang menjadi sasaran pencurian di Batam. Sebelumnya, sejumlah komponen jalan, penutup drainase hingga besi-besi milik pemerintah juga dilaporkan hilang akibat ulah pelaku yang mencari keuntungan dari penjualan barang bekas.

Warga mengaku geram karena aksi tersebut terus berulang. Tidak hanya menyebabkan kerugian negara, pencurian fasilitas publik juga berdampak langsung terhadap masyarakat. Dalam kasus hydrant, hilangnya komponen penting tersebut berpotensi mengganggu fungsi sarana pemadam kebakaran yang sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan darurat.

Ironisnya, lokasi hydrant di Pasir Putih disebut pernah mengalami kejadian serupa. Setelah diperbaiki petugas, tutup hydrant kembali hilang diduga dicuri oleh pelaku yang sama atau kelompok lain yang memiliki modus serupa.

Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku diduga menggunakan sepeda motor saat menjalankan aksinya. Berbekal laporan masyarakat dan rekaman video yang tersebar di media sosial, aparat kepolisian bergerak melakukan penyelidikan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Tri Andrestian, membenarkan bahwa terduga pelaku telah berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Benar, Polisi saat ini masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan penadah yang menampung hasil pencurian fasilitas umum," kata Debby, Kamis (18/6/2026) siang.

Maraknya aksi "rayap besi" dinilai tidak terlepas dari adanya pihak yang membeli barang-barang hasil curian tersebut.

Masyarakat berharap pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada pelaku lapangan semata, melainkan juga menyasar pihak-pihak yang diduga menjadi penampung hasil curian. Dengan demikian, mata rantai pencurian fasilitas umum di Batam dapat diputus dan kejadian serupa tidak terus berulang.(Egi)


Redaktur: ZB



Share on Social Media